Jamu Bikin Sendiri vs Siap Minum, Kamu Pilih Mana?

         
nyiomas.my.id

Jamu Bikin Sendiri vs Siap Minum, Kamu Pilih Mana?

Duarrr!!! Suara ledakan memecah kesunyian malam. Waktu Kota Jogja menunjukkan pukul 22.00 WIB. Suara ledakan yang keras membuat pintu-pintu kamar terbuka, penghuninya keluar untuk mengetahui asal suara.

Semula saya menebak suara ledakan berasal dari korsleting listrik. Sudah beberapa kali stop kontak kamar mandi bermasalah, bahkan saya pernah kesetrum.

Tapi kok semua baik-baik saja? Biasanya jika ada korsleting listrik, apalagi sampai terjadi ledakan, seluruh listrik langsung padam. Hal tersebut pernah dijelaskan seorang petugas PLN. Sebagai langkah antisipasi PLN dalam melindungi pelanggan dari kebakaran, maka jaringan listrik akan “bunuh diri” atau mati total.

Mendadak seorang anak kost yang tidak keluar kamar, berteriak: “Itu jamu!

Astaghfirullah hal 'adzim, baru inget tadi sore saya menemukan satu botol jamu kunyit asam yang sudah mengembung di lemari pendingin. Rencananya mau saya buang, dengan menumpahkan isinya terlebih dulu. Tapi kok tutupnya susah banget dibuka, akhirnya saya masukkan dulu ke kantong plastik. 

Dan ternyata keputusan saya tepat. Andai saya geletakin gitu aja di meja dapur,  mungkin ketika meledak isinya bakal berhamburan ke seluruh penjuru, bikin repot bebersihnya.

Baca juga:
Masjid Agung Sukabumi dan Cara Mengenang Sebuah Kota

Bakpia Kukus Tugu Jogja, Setujukah Bukan Kuliner Khas Jogja?

Daftar Isi:

  • Kisah Botol Jamu yang Meledak
  • Manfaat Jamu Kunyit Asam
  • Manfaat Jamu Beras Kencur
  • Resep Jamu Kunyit Asam, Bikin Sendiri Lebih Higienis 

Kota Jogja memang unik. Di sini jika ingin minum jamu semudah jajan gudeg.Mengingatkan saya akan Review Bandung yang membahas tentang jajanan bakso. Begitu banyak penjual dan penggemarnya, sampai seorang kerabat yang sudah pindah ke Bali bilang: “Di Bandung, semua bakso enak.”

Demikian pula di Jogja, semua jamu enak. Dan sesuai hukum supply and demand, penjual jamu bertebaran. Di seantero kota. Karenanya jangan heran ketika sedang duduk santai di jalan Malioboro, seorang penjual jamu melintas, atau bahkan menawarkan dagangannya.

Saking addict-nya penduduk Jogja dengan jamu hingga merupakan pemandangan biasa jika melihat anak muda membeli jamu dalam plastik, lengkap dengan sedotannya. 

Jamu yang biasa mereka beli umumnya jamu kunir asem. “Kunir” merupakan Bahasa Jawa yang berarti “kunyit”, dan “koneng” dalam Bahasa Sunda. “Asem” juga merupakan dialek Bahasa Jawa untuk buah “asam”.

Selain kunir asem, jenis jamu lainnya yang sangat diminati adalah beras kencur. Jadi jangan heran apabila melihat 2 jenis jamu ini banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional Jogja. Penjualnya bisa beragam, ada yang berjualan khusus jamu, ada pula penjual masakan matang.

Di penjual masakan, jamu dikemas dalam botol-botol plastik, mirip botol air mineral (atau bekas air mineral?). Bentuk botol yang berbeda saya temukan di Toko Hamzah Batik Jalan Malioboro, Jogja.

Oiya ada juga jamu seruni, terbuat dari jeruk nipis, gula dan irisan kunyit, jahe dan sereh. Sayang penjualnya gak banyak, padahal enak banget rasanya.

nyiomas.my.id
jamu dalam cangkir batok di Hamzah Batik

 Manfaat Jamu Kunyit Asam

Pastinya ada penyebab jamu kunyit asam sangat disukai. Baik pria maupun perempuan. Kaum pria umumnya minum jamu ini untuk memperkuat daya tahan tubuh.

Saya sendiri dulu dianjurkan almarhum ibunda untuk minum jamu kunyit asam kala sedang menstruasi. Alasannya agar haid lancar dan tidak bau, benarkah demikian?

Dari beberapa sumber, saya membaca rimpang kunyit dan buah asam memang bekerja sama dalam menjaga kesehatan. Secara terperinci sebagai berikut:

Meredakan Nyeri Haid dan Menyeimbangkan Hormon: 

Kandungan kurkumin dalam kunyit  membantu mengurangi kram perut, meredakan peradangan, dan melancarkan haid.

Kesehatan Pencernaan dan Maag: 

Asam jawa memiliki efek pencahar alami, serat, dan sifat antiseptik yang membantu mengatasi sembelit dan diare. Sedangkan kunyit mengobati sakit maag, mengurangi kembung, dan meredakan peradangan pada lambung.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh: 

Kandungan antioksidan  dalam asam jawa sangat  tinggi, terutama polifenol dan vitamin C, membantu melawan radikal bebas dan memperkuat imun. Demikian pula kunyit, antioksidan yang dikandungnya berfungsi meningkatkan fungsi endotelium (lapisan pembuluh darah), dan mencegah penyakit jantung.

Kesehatan Kulit dan Anti-aging: 

Sifat antioksidan dan antibakterinya membantu mengatasi jerawat, menyembuhkan luka, dan mencerahkan kulit.

Lebih lanjut juga dijelaskan bahwa kurkumin dalam kunyit dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menstabilkan gula darah.

Dan yang membuat saya rajin mengonsumsinya karena kunyit asam mengurangi peradangan, termasuk radang sendi (arthritis) yang saya alami. 

nyiomas.my.id
segelas jamu di Pasar Senen

Manfaat Jamu Beras Kencur

Dicekoki jamu sejak masih kecil, tidak otomatis membuat saya menyukai jamu. Dulu, saya hanya mau minum jamu beras kencur yang rasanya enak, dibanding jamu lainnya.

Kenangan akan jamu beras kencur selalu berhubungan dengan almarhum ibunda. Sewaktu saya masih kecil, setiap mudik ke Jogja, almarhumah akan mengajak saya untuk pijat, kemudian minum jamu di kios yang letaknya tak jauh dari rumah sang pemijat.

Sekarang, saya jarang minum jamu beras kencur. Mungkin karena saya baca bahwa kencur berkhasiat merangsang nafsu makan, sementara saya berjuang agar deficit calori. 😀😀

Padahal banyak lho manfaat beras kencur lainnya, diantaranya adalah:

Menjaga Kesehatan Pencernaan: 

Zat karminatif yang dikandung kencur membantu mengeluarkan gas, sehingga efektif mengatasi kembung, mual, dan diare.

Meredakan Batuk & Flu: 

Beras kencur memiliki sifat antiseptik dan antiradang yang melegakan tenggorokan, mengencerkan dahak, dan meredakan batuk atau hidung tersumbat.

Menambah Stamina & Mengatasi Pegal: 

Mengandung antioksidan (flavonoid) dan zat aktif yang meningkatkan energi, mengurangi kelelahan otot, serta menghilangkan pegal linu.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh: 

Antioksidan dalam kencur melindungi tubuh dari radikal bebas dan meningkatkan imunitas.

Meringankan Gejala Maag: 

Kandungan senyawa antiradang dan antispasmodik dalam kencur membantu menenangkan lambung dan mengurangi nyeri maag.

Gak heran mayoritas Urang Sunda sehat-sehat ya? Banyak masakan Sunda yang menggunakan kencur seperti seblak, nasi kencur, lotek dan masih banyak lagi.

nyiomas.my.id
jamu beras kencur, kunyit asam dan seruni

Resep Jamu Kunyit Asam, Bikin Sendiri Lebih Higienis

Jika ada pertanyaan: Bikin Sendiri vs Siap Minum, kamu pilih mana? Saya akan menjawab, tergantung kotanya: Di Jogja saya akan membeli, sedangkan di Bandung ya kepaksa bikin sendiri. 😀😀

Bikin sendiri pastinya lebih higienis. Ingat kisah botol jamu meledak di awal tulisan? Padahal saudara sepupu saya, Anton belum lama membeli jamu tersebut,lho.

Tapi ya itu dia, Anton gak segera memasukkan jamunya ke lemari pendingin, sehingga bakteri penyebab fermentasi bekerja cepat. Terlebih empon-empon seperti kunyit kan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme.

Sehingga botol jamu mengembung dan meledak yang disebabkan proses fermentasi lanjutan yang menghasilkan gas karbon dioksida.

Hasil eksperimen saya, jamu buatan sendiri lebih tahan lama, bisa sampai sebulan, tapi rasanya udah berubah, jadi sangat masam. Karena itu walau jamu buatan sendiri, sebaiknya dikonsumsi dalam rentang waktu gak lebih dari 7 hari.

Sebetulnya sudah lama saya menemukan resep jamu kunyit asam di bawan ini, mungkin sudah beberapa tahun silam. Baru dieksekusi ketika pandemi Covid-19, dan membaca khasiat jamu kunyit asam untuk memperkuat imunitas tubuh.

Selesai membuat, lha kok enak? Saya pun minum beberapa gelas. Gak lama kemudian saya diare dong. Ternyata buah asam yang jadi biang keroknya:

Buah asam efektif mengatasi sembelit karena mengandung kombinasi serat tinggi (terutama pektin), asam organik/tartarat yang merangsang pergerakan usus, dan kandungan air yang tinggi

Komposisi jamu kunyit asam milik Ariesta Mardiana Mikdar yang kini berdomisili di Kuwait ini sangat pas. Rasa kunyit yang agak pahit, cenderung getir, berpadu dengan jahe, asam, kayu manis dan gula jawa, hasil akhirnya jamu kunyit asam yang enak banget.

Silakan mencoba ya. 😊😊

nyiomas.my.id

Resep Jamu Kunyit Asam 

(Ariesta Mardiana Mikdar- blog Dapur Griya Khayangan)

Bahan:

  • 250 gr kunyit segar
  • 50 gr jahe segar
  • 150 gr gula merah/gula aren
  • 150 gr asam jawa
  • 50 gr gula pasir
  • 1/4 sdt garam
  • 1 lembar daun pandan
  • 3 cm kulit kayu manis
  • 1 liter air putih

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih kunyit segar dan jahe segar, kemudian iris tipis agar mudah diblender/dichopper.
  2. Blender kunyit, jahe dan air putih (1 liter) hingga hancur.
  3. Masukkan hasil blenderan kunyit dan jahe ke dalam panci, tambahkan asam, gula merah, gula pasir dan bahan lainnya, kemudian masak hingga matang
  4. Waktu memasak kurang lebih setengah jam, atau rebusan jamu tidak lagi berbau pengar/langu dari kunyit, pertanda sudah matang.
  5. Angkat. Biarkan agak dingin/hangat, lalu saring dan masukkan ke dalam botol.
  6. Tunggu hingga benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
  7. Jamu kunyit asam bisa dikonsumsi hangat (sebelum dimasukkan ke botol), atau dalam keadaan dingin. Sedappp!

Baca juga:
Menggoyang Lidah dengan Pasta de Carne di Wheels Dago, Destinasi Cozy di Bandung Utara

Bakwan Kawi, Kelezatan Hidden Gem di Kampung Sudagaran

No comments