Menggoyang Lidah dengan Pasta de Carne di Wheels Dago, Destinasi Cozy di Bandung Utara

    
nyiomas.my.id

Menggoyang Lidah dengan Pasta de Carne di Wheels Dago, Destinasi Cozy di Bandung Utara

Hobi masak, ternyata terkadang jadi "kutukan". 😀😀Mengapa? Karena saya jadi gak mudah puas dengan suatu masakan. 

Seperti beberapa waktu lalu, saya menyantap Pasta de Carne di Wheels Coffee Roasters di l. Ir. H. Juanda No.256, Bandung (Dago). Sewaktu datang sih nampak menggoda selera, terlebih topping dagingnya: Banyak dan nampak lezat!

Sayang sesudah digigit ternyata alot (liat). Jangan bilang penyebabnya adalah daging lokal lho ya? Saya sering banget mengolah daging sapi lokal dengan kematangan medium well seperti itu, dan hasilnya gak alot.

Untunglah pastanya sesuai ekspektasi. Khususnya karena menggunakan cheese sauce yang creamy dengan komposisi yang pas untuk lidah Melayu saya, jadi gak bikin eneg.

Baca juga:

Bakwan Kawi, Kelezatan Hidden Gem di Kampung Sudagaran

Ke Waduk Cengklik, Menikmati Indahnya Sunset Sambil Menyantap Soto Seger

Daftar Isi:

  • Review Pasta de Carne dari Wheels Dago
  • Wheels Dago, Harus Ngantri Tempat Kosong
  • Sensasi Kulineran “Salah Pesan” di Wheels Dago

Dari tiga jenis masakan pasta, khususnya spaghetti, saya memang lebih suka pasta dengan cheese sauce yang mirip (tapi beda 😀😀) dengan Spaghetti Carbonara, dibanding  Spaghetti Bolognese (dengan saus tomat dan bahan-bahan aromatic) serta Spaghetti Aglio e Olio (dengan bawang putih dan minyak zaitun).

Karena itu saya sering memasak jenis spaghetti ini di bulan Ramadan. Praktis dan memenuhi kebutuhan karbohidrat serta protein. Bagaimana dengan kebutuhan akan sayur? Mudah, tumis saja pakchoy atau bayam dengan taburan wijen.

Terkadang saya juga menyantapnya dengan fresh kimchi buatan sendiri. Enak lho, rasa kimchi yang segar dan agak asam serta sentuhan manis dari cuka apel, berpadu dengan spaghetti carbonara.

Duh jadi ngeces. Next time saya menulis resep pembuatan fresh kimchi ya?  Ditanggung ketagihan deh, karena selain kita selalu punya stok sayuran siap santap, rasanya yang gak terlalu tajam seperti kimchi asli Korea, juga sensasi kres kres sayuran sawi ketika disantap tuh nyandu banget! 😀😀

Ups, kembali ke laptop.

  

nyiomas.my.id

Wheels Dago, Harus Ngantri Tempat Kosong

Saya  sering heran ketika ngelihat postingan destinasi kuliner yang viral, sampai calon pembelinya bersedia ngantri. Kok mau-maunya sih?

Apalagi kuliner Bandung, kurang lebih kulinerannya itu-itu aja kan? Sebutin deh salah satu jenis kulineran Bandung yang pingin disantap, pasti bakal keluar banyak pilihan destinasi.

Karena itu ketika masuk area Wheels Dago dan harus ngantri tempat duduk, saya sempat males. Tapi kali ini saya reunian dengan teman semasa SMP. Hanya bertiga sih, tapi lumayan bisa ngobrol panjang sambil nunggu antrian.

Menurut Didiet, kita harus menunggu 6 nomor lagi. Antrian yang lumayan pendek kata Inna, karena dia pernah ke sini dan harus menunggu 20 nomor!

Setelah pulang ke rumah, saya mencoba searching tentang Wheels, nama pendirinya adalah Aldy Antonius. Dia mendirikan Wheels Coffee Roasters  bersama Eric Lowell dan Felim Kuotama.  

Nama “Wheels” atau “roda” terinspirasi ketika Aldy Antonius harus menggunakan kursi roda. Jadi sesuai filosofinya bahwa kopi tidak hanya tentang rasa, tetapi juga perjalanan dan pergerakan. Wheels Coffee Roasters  diharapkan bisa memberi perspektif baru tentang kopi.

Bak perjalanan rasa yang terus berputar, melibatkan biji kopi, proses roasting (pemanggangan), hingga penyajiannya, pengunjung diajak menikmati kopi dengan rasa unik.

Didirikan pada tahun 2017, awalnya Wheels Coffee Roasters merupakan sebuah roastery kecil (tempat penyangrai kopi) di Jl. Prof. Eyckman No. 32, Bandung, kini telah memiliki beberapa cabang, termasuk  di Jl. Ir. H. Juanda (Dago), Jl LLRE Martadinata (Riau) dan Bintaro sebagai cabang pertama di luar Kota Bandung 

Apa keunggulan Wheels Coffee Roasters dibanding café yang lain? 

Kualitas Kopi

Kopi yang diolah merupakan hasil panen petani local. Fresh. Wheels menyangrai sendiri (roasting) untuk memastikan kesegaran dan kualitas biji kopi spesialti.

Fasilitas Lengkap

Memiliki area parkir luas, Wheels Dago didesain senyaman itu, lengkap dengan AC, WiFi cepat dan stabil, serta stop kontak di setiap meja (di area indoor), cocok untuk mereka yang butuh booster dengan cara nyaman ketika ngerjain tugas di café.

nyiomas.my.id
salah satu sudut Wheels Dago

Suasana & Desain

Banyak spot menarik di Wheels Dago. Buat penyuka suasana yang cozy, café ini bisa jadi pilihan. Selain unik, aesthetic, juga nyaman untuk bersantai

Harga dan Fleksibilitas

Buka mulai dari sekitar pukul 07.00, Wheels cocok untuk mereka yang ingin menikmati kopi di pagi hari, juga bisa menjamu tamu sambil bicara bisnis.

Dan yang bikin happy, Wheels menawarkan food and beverage dengan harga bersahabat untuk kualitas yang ditawarkan.

nyiomas.my.id

Sensasi Kulineran “Salah Pesan” di Wheels Dago

Keasyikan ngobrol dengan sobat lama, saya jadi lupa gugling tentang destinasi kulineran kali ini. Sebelumnya saya selalu cari informasi agar memperoleh pengalaman kuliner yang maksimal.

Maksudnya begini, ketika kita kulineran di tempat makan Chinese food, sebaiknya jangan memesan European food karena biasanya rasanya bakal B saja.

Seperti beberapa waktu lalu saya memesan cap cay (karena lagi pingin sayuran) di RM Timlo Solo. Hasilnya sangat mengecewakan, rasa bakso tidak segar (udah terlalu lama di lemari pendingin) dan rasanya tentu saja tidak bisa disandingkan dengan menu utama mereka: Timlo!

Demikian pula ketika ke Wheels. Sebelumnya saya gak tahu Wheels punya nama lengkap: Wheels Coffee Roasters. Sehingga dari namanya,  bisa nebak mereka punya menu unggulan, yaitu racikan kopi. Dan sajian pendamping yang cocok pastinya camilan sepeti donat, croissant, kue cokelat, scone, atau brownies.

Kurang referensi, selain mengira Wheels seperti café umumnya, juga merupakan destinasi wisata keluarga, karena banyak keluarga muda lengkap dengan bocilnya.

Setelah masuk ke dalam, baru terlihat mayoritas pengunjung merupakan gen Z, generasi yang menyukai kuliner kekinian, yaitu Instagramable, inovatif, sehat (tapi tetap enak), dan viral.

Hal lain yang bikin saya gak fokus, selain keasyikan ngobrol, adalah halaman menunya yang paperless. Emang sesuai kebutuhan zaman ya? Masalahnya ketika akses internet lelet, maunya cepet-cepet scroll aja.

Nah, andai situasinya gak begitu heboh dan saya sempat mencari tahu tentang Wheels Coffee Roasters, saya akan memilih Coffee Chicken Satay , dengan penjelasan: Five brochettes 5 hours of coffee chicken served with homemade coffee sauce (39 K)

Menarik ya? Saya jadi membayangkan satay dengan saus kopi yang menggoda.

Atau mungkin saya akan memilih Aldy’s potato, racikan sang pemilik yang punya deskripsi:

Belgian fries served with trio sauces, topped with chili flakes, mozzarella cheese, and lemon segments (49 K)

Oiya ada Coffee Steak dengan deskripsi: 

Enjoy our specialty coffee rub steak, served with coffee herb butter, homemade wedges, and hydroponic lettuce.

Namun yang paling saya sesali adalah tidak memesan aneka racikan kopinya yang sangat menggoda. Lha saya malah memesan Hot Mocha. Ada kopinya sih, tapi kan udah dicampur cokelat dan susu.

Ya sudahlah,  next time ke Wheels lagi saya akan memesan kopi rekomendasi mereka serta jenis masakan khas Wheels. 

Kemarin, selain hot  mocha dan pasta de carne, kami juga memesan:

nyiomas.my.id

Signature Aglio Olio pesanan Inna, yang punya deskripsi: Well blended spaghetti tossed with garlic, olive oil, smoke beef brisket, chili and sea salt. 

Enggak terlalu spesial sih, tapi jika pingin masakan yang gak bikin eneg, spaghetti aglio olio emang paling pas.

  

nyiomas.my.id

Crispy Chicken Rice. Sebetulnya Didiet pesan Karaage Chicken, sayang gak ada, jadi terpaksa ganti menu menjadi Crispy Chicken Rice.

Seperti namanya, walau sama-sama berbalut tepung, daging ayam pada masakan ini lebih tipis dan kulitnya lebih crispy. Nasinya pun nasi merah Makassar, namun rasanya light, enggak medok. Mungkin untuk mengimbangi rasa ayam goreng.

Selain pesanan pilihan, Didiet juga memesan Onion Rings dan Soupe de Champignon.

  

nyiomas.my.id

Onion Rings nya enak. Khususnya kulitnya yang membalut setiap lapisan bawang bombay dengan sempurna. Komposisi rasanya pas. Gak keasinan ketika dicocol sambal.

  

nyiomas.my.id

Soupe de champignon yang punya deskripsi: Light mushroom soup with sauteed mushrooms served with melted mozzarella and garlic baquette (29 K) bikin saya pingin balik lagi dan pesen lagi.

Saya sering bikin sup jamur, tapi gak pernah bisa seenak ini. Dan gak pernah kepikiran untuk memadukannya dengan keju mozzarella. Biasanya saya hanya memasukkan potongan cheddar cheese ke dalam sup jamur. 

Oiya sebetulnya sebelum memesan makanan, Didiet yang sering ke Whells Dago bareng anak-anaknya, sudah memberitahu bahwa menu nasi, seperti Punpun Rice, Phuket Chicken Rames dan lainnya, kurang oke.

Maksudnya tentu saja agar kami gak kecewa. Cocok banget dengan pendapat saya ya? Jadi bisa banget untuk tips liburan (sekaligus kulineran), yaitu:

Sewaktu memilih menu, selain menu rekomendasi, pilih sesuai niche café/resto-nya. Apabila ingin menikmati nasi rames, datanglah ke warteg. Jika kangen rendang atau gulai, ya jangan ke Wheels (walau di sini tersedia), tapi datanglah ke resto padang. 

Bagaimana? Setuju?

Baca juga:

Bakpia Kukus Tugu Jogja, Setujukah Bukan Kuliner Khas Jogja?

Olah-Oleh Raminten, Destinasi 24 Jam Oleh-Oleh Yogyakarta


No comments