Belanja, Belajar, Berbagi Cerita di 181 Artisan Market

 

nyiomas.my.id

Belanja, Belajar, Berbagi Cerita di 181 Artisan Market


Andai Bandung punya 100 sosok seperti Elina Farida. Ups, mungkin terlalu banyak, cukup 10 orang dulu. Mengapa? Karena melalui gelaran 181 Artisan Market, sosok ini membantu pelaku UMKM menggeliat dan meningkatkan  perekonomian dari sudut kota.

Dan yang terpenting, dia berhasil menjembatani para seniman yang tinggal di menara gading dengan basis penggemarnya.

Disebut “menara gading” sebab para seniman seperti tak tersentuh. Masyarakat awam yang datang ke galeri formal mungkin tak paham dengan karya para seniman, dan terlalu sungkan untuk bertanya.

Sementara di 181 Artisan Market, pengunjung tidak hanya bisa menikmati karya para seniman, juga bisa  bertanya, dan yang terpenting: Pengunjung bisa belajar, kemudian pulang membawa karyanya.

Sebetulnya mempertemukan para seniman dengan masyarakat awam bukanlah gagasan baru. Prof. A.D. Pirous (1932-2024), seniman dan Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB pertama kali  mendapat ide ketika sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

Di negara Akang Trump tersebut, para seniman menggelar garage sale di pergantian musim, sebagai sarana bersih-bersih musiman, mendapat uang tambahan dan membangun basis penggemar serta menarik minat pembeli dari berbagai latar belakang sosial.

Pirous mewujudkan idenya dalam bentuk Pasar Seni ITB yang diselenggarakan 4 tahun sekali. Bahkan Pasar Seni ITB terakhir yang berlangsung pada 18-19 Oktober 2025 dihelat setelah vakum 11 tahun.

Lama banget penantiannya, ya?

Baca juga:
Masjid Agung Sukabumi dan Cara Mengenang Sebuah Kota

Jelajah Rasa Produk Kuliner UMKM di Bandung Kunafe, Pemkab Bandung

Daftar Isi:

  • 181 Artisan Market, Penghubung Karya Seniman dan Penikmatnya
  • Mengapa Kita Butuh Seni?
  • Belanja, Belajar, Berbagi Cerita di 181 Artisan Market

Penantian terlalu lama tidak hanya menjengkelkan, juga berdampak buruk. Para seniman tidak bisa menjual karyanya, dan masyarakat awam kesulitan mengakses perkembangan terbaru.

Karena itulah, bersama teman-temannya, Elina menggelar miniatur  Pasar Seni ITB, yaitu 181 Artisan Market pada Januari 2026. Acara ini ternyata sukses besar, banyak pengunjung yang meminta untuk diadakan lagi.

Gelaran kedua 181 Artisan Market berlangsung 4 Juli 2016 di lokasi yang sama, yaitu di Studio 181, Jalan LL RE Martadinata nomor 181, Bandung, dengan tema “Belanja, Belajar, Berbagi Cerita”. 

nyiomas.my.id
sumber: pexels/liliana drew

Mengapa Kita Butuh Seni?

Mengapa kita butuh “seni”, dan mengapa kita harus mempelajari “seni”? Pertanyaan tersebut tiba-tiba muncul ketika sedang menjelajah 181 Artisan Market dan melihat seorang anak wara-wiri setelah mewarnai karya keramiknya.

Terlintas dalam pikiran: “Betapa beruntungnya anak yang diajak ke sini oleh orang tuanya”.
Seni adalah bahasa emosi. Dengan seni, kita bisa berbicara tentang perasaan sedih atau senang melalui gambar, musik, atau tulisan.

Bandingkan dengan mereka yang tak menguasai salah satu keahlian seni. Mereka akan tantrum untuk meluapkan emosi atau melakukan hal tak bijak lainnya, seperti memaki-maki di media sosial, bahkan ke orang di sekitarnya.

Seni juga menghilangkan tekanan hidup yang mengganggu, atau dengan kata lain seni membantu seseorang meningkatkan Adversity Quotient (AQ), yaitu kecerdasan atau kemampuan seseorang dalam menghadapi kesulitan, tantangan, dan kemalangan.

Dengan seni, dia mampu bertahan hidup. Ingat kasus tenaga medis yang gantung diri setelah mengalami perundungan dan diintimidasi oleh tiga anggota legislatif? Tanpa mengurangi penghormatan pada almarhumah, sempat terpikir: Andai dia punya keahlian dalam berkesenian, akhir kisahnya mungkin akan berbeda.

Manfaat seni lainnya adalah mengasah kreativitas. Dengan menggunakan keterampilan seni, seseorang bisa berpikir bebas dan menemukan cara baru dalam melihat masalah sehari-hari.

Seni juga membangun empati. Karena seni bekerja seperti cermin emosional. Sebagai contoh, ketika seseorang mendengar lagu dan merasakan sedih, dia mulai mengerti bahwa orang lain juga bisa merasakan kesedihan yang sama. Ini menumbuhkan rasa saling terhubung. 

Dan yang menarik, seseorang yang mempelajari seni tidak akan ngeyelan, keras kepala akan opininya sendiri, karena seni membantunya membuka sudut pandang baru.

Banyaknya manfaat seni, membuat saya memasukkan anak-anak saya ke kursus menggambar sewaktu masih usia Taman Kanak-kanak, kemudian kursus musik ketika menginjak bangku SD.

Di hari libur, saya kerap mengajak mereka mengikuti pelatihan keramik di Studio 181. Hasilnya, anak ketiga berhasil meraih juara dua pada Taruna Bakti Problem Solving Contest (TBPSC), dan tahun berikutnya juara satu.

Keberhasilan ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri. Terlebih berkat sertifikat kejuaraan yang diperolehnya, anak saya lolos masuk perguruan tinggi ternama, tanpa test. Happy banget bukan?

nyiomas.my.id

Belanja, Belajar, Berbagi Cerita di 181 Artisan Market

Begitu menjejak halaman tempat terselenggaranya 181 Artisan Market, yang menampilkan performance cosplay di area depan, saya segera melangkah ke area workshop, dan melewati banyak tenant menarik, seperti bermacam jenis kuliner hingga craft yang bikin pengunjung bakal berlama-lama karena bingung memilih.

Saya ingin bernostalgia dengan workshop keramik. Untuk itu saya harus melalui halaman belakang yang luas, ditata rapi dan unik. Lantai tangganya bertabur karya keramik seperti kupu-kupu. Bikin betah pengunjung, terlebih mereka yang sedang mengikuti kelas workshop.

nyiomas.my.id
mug yang belum diwarnai

Workshop keramik menempati area paling belakang. Masih seperti dulu, meja-meja dipenuhi hasil karya pembelajar, mulai dari yang baru mulai belajar mengolah bahan mentah (tanah liat) sehingga nampak masih basah, hingga tahap mewarnai.

nyiomas.my.id

Sebelum diwarnai, setiap gerabah yang masih basah dibakar dulu dengan panas 900˚-1.200˚di tungku pembakaran yang terletak tak jauh dari pintu masuk. Keramik memang unik, kala benda-benda lain akan rusak karena terbakar, keramik justru semakin kuat saat dibakar.

nyiomas.my.id
recycle paper

Workshop berikutnya yang saya kunjungi adalah recycle paper. Beberapa peserta sedang menyobek-nyobek kertas untuk direndam di dalam air, kemudian diblender dan dicetak menggunakan bingkai kayu.

Tak lupa bubur kertas diwarnai atau diberi hiasan alami, sebelum dicetak dan dijemur. Sungguh beruntung, matahari sedang menyinarkan panas dengan sangat kuat, sehingga peserta bisa langsung membawa pulang karyanya.

nyiomas.my.id
melukis di atas totebag

Berlangsung dari pukul 08.00-17.00 WIB, saya lumayan bingung menentukan workshop yang akan diikuti. Semua menarik. Walau sebetulnya, pengunjung 181 Artisan Market bisa mengikuti lebih dari satu workshop.

Vibes semangat belajar sangat terasa. Peserta workshop nampak tekun mengerjakan karyanya, selain keramik dan recycle paper, peserta lainnya sedang  melukis di atas totebag, art healing, dan melukis langsung dengan media canvas.

nyiomas.my.id
Tarot Reading by Neina

Pasca belajar, atau andai kelas workshop sedang penuh, pengunjung bisa mengunjungi tenant Tarot Reading by Neina untuk mendapatkan wawasan, perspektif baru, dan panduan memahami situasi hidup, supaya bisa mengambil keputusan yang lebih baik.

nyiomas.my.id
keramik hand made by Elina Keramik

Karena judulnya “181 Artisan Market” tentu saja pengunjung bisa menikmati karya dan koleksi para seniman, bahkan karya pelukis legenda, Mochtar Apin (1923 –1994).

nyiomas.my.id
mug yang bikin gemes

Printilan terbuat dari keramik banyak diserbu pengunjung. Saya pernah punya liontin terbuat dari gerabah berbentuk huruf “M”, inisial nama saya. Tentu saja belinya di sini, di studio 181.

nyiomas.my.id
pajangan dari gerabah

Berapa harga produk gerabah yang bagus-bagus dan bikin bingung memilih? Harganya bervariasi, mulai dari Rp 15.000 hingga jutaan rupiah. Melihat karya jutaan rupiah yang dipajang, saya paham alasan harganya begitu tinggi: Mewah! Keberadaannya bisa meningkatkan value sebuah hunian.

nyiomas.my.id
ayo tebak harganya? 😊

Selain keramik dari Elina Keramik, nampak aneka keramik buatan IP5OT (Ikatan Pemuda Pemudi Pecinta dan Pembuat Pottery), juga kerajinan anyaman bambu premium dari Studio Dapur, perhiasan kawat (wire jewelry) dan kalung handmade dari Lawon Craft.

nyiomas.my.id
wewangian GFU

Wewangian Linen Spray dan Room Spray dari Gaenor for Us (GFU) menambah pilihan pengunjung, kertas ramah lingkungan dari Banana Paper, tas dan aksesori wanita ramah lingkungan produksi Tulatali serta karya seni dan produk kreatif buatan KSMR ITB.

nyiomas.my.id
kombucha by Ubi Ibu

Puas berbelanja dan belajar, pengunjung bisa duduk menikmati kuliner yang tersedia. Saya sempat membeli minuman kombucha dari Ubi Ibu, dan sedang mempertimbangkan deretan camilan kekinian seperti yang tersedia di café, ketika terdistract camilan tradisional lemper, cheese stick dan kue talam.

nyiomas.my.id
bertemu teman yang lagi ngelapak: Nita dan Cucu

Masih kurang? Di sini tersedia Es Sekoteng Pak Oyen yang legendaris, kopi 181, ayam tangkap 181, Bakmi 181 dan kuliner lain yang bakal menggoyang lidah.

Kekenyangan, sementara masih banyak workshop yang ingin diikuti? Atau karya seni yang ingin dibeli? Yuk, kita berharap Elina dan teman-teman akan menggelar lagi acara serupa.

Setuju kan?

Baca juga:
Menggoyang Lidah dengan Pasta de Carne di Wheels Dago, Destinasi Cozy di Bandung Utara

Menikmati Kelezatan Fusion Food dalam Keteduhan Taman Saparua Bandung

No comments