Jelajah Rasa Produk Kuliner UMKM di Bandung Kunafe, Pemkab Bandung
Menyantap bihun goreng mah udah biasa ya? Bagaimana dengan camilan bihun berwarna-warni yang rasanya manis? Camilan produk UMKM khas Jabar ini dinamai “sarang madu”. Hati-hati tertukar dengan “carang madu” khas Jawa Tengah, sama-sama menggunakan madu/gula untuk mendapatkan rasa manis, carang madu terbuat dari adonan tepung beras, tepung ketan, santan dan telur, sehingga rasanya manis gurih.
Gak suka yang manis? Pingin makanan gurih berkuah? Pilih aja bakso aci, produk UMKM yang dikemas lengkap dengan toppingnya. Jadi, cukup memasak air untuk kuah, kemudian masukkan bakso aci dan bumbu dalam kemasan, mirip masak mie instan. Jika sudah matang, taburi dengan topping seperti kacang sukro dan bawang goreng
Bingung dengan penamaan “bakso aci”? Tapi mungkin familier dengan “cilok” kan? Nah, bakso aci tuh sama dengan cilok. Beda di penyajian. Cilok, sesuai namanya: “aci dicolok” disajikan dengan cara ditusuk, dan dibumbui saus kacang, kecap, dan sambal.
Sedangkan bakso aci dihidangkan dalam mangkuk, lengkap dengan kuah kaldu bening yang gurih. Lengkap dengan pugas/topping sesuai selera, seperti sukro, bawang daun dan bawang goreng.
Beberapa resep bakso aci menambahkan sedikit daging sapi ke dalam adonannya, tapi resep awal bakso aci hanya terbuat dari tepung tapioka dan bumbu.
Baca juga:
Olah-Oleh Raminten, Destinasi 24 Jam Oleh-Oleh Yogyakarta
Masjid Agung Sukabumi dan Cara Mengenang Sebuah Kota
Daftar Isi:
- Kreativitas Produk Kuliner dari UMKM Tanah Pasundan
- Jelajah Rasa Produk Kuliner UMKM di Bandung Kunafe, Pemkab Bandung
- Sepintas Bandung Kunafe
- Camilan Tanah Pasundan, Kreativitas Tanpa Batas
- Minuman Siap Seduh, Menyegarkan dan Menyehatkan
UMKM kita emang sekreatif itu. Begitu kreatifnya mereka mengolah menjadi Ide Bisnis, sampai saya sering berdecak kagum.
Selain bakso, terobosan mereka lainnya adalah cuanki instan. Mungkin mereka terinspirasi camilan cuanki siomay (kulit pangsit goreng berisi adonan tepung tapioka dan daging ayam/ikan tenggiri), dan cuanki tahu (potongan tahu goreng berisi adonan tepung tapioca dan daging sapi/ikan tenggiri) yang dijual kiloan.
Penjual cuanki instan membungkusnya dalam satu kemasan berisi cuanki siomay, cuanki tahu, sukro cikur (camilan renyah berbentuk butiran kecil yang terbuat dari tepung tapioka dan diberi bumbu kencur), lengkap dengan bumbu rasa gurih dan kondimennya.
Cara penyajian tertulis dalam kemasan, yaitu masak kuah dengan memasukkan air, bumbu, chili oil, penyedap, cuanki siomay, cuanki tahu, setelah matang taburi kondimen yang tersedia (pilus cikur, jeruk limau, kecap, sambal).
Dari tadi ngobrolin kuliner yang bikin ngeces, di mana belinya? Kebetulan saya melihatnya di Bandung Kunafe, merchant yang menempati lantai 1 Gedung Munara 99 Sabilulungan.
Jelajah Rasa Produk Kuliner UMKM di Bandung Kunafe, Pemkab Bandung
Seperti telah saya ulas dalam postingan Wisata Tipis-tipis Kabupaten Bandung, Tempat Selebriti Ali Syakieb jadi Wakil Bupati , Brand Bandung Kunafe menyapa setiap pengunjung Gedung Munara 99 Sabilulungan.
Bagaimana tidak? Bandung Kunafe menempati seluruh lantai, sehingga setiap pengunjung harus melewati kasir dan deretan produk sebelum mencapai lift, termasuk saya yang bergegas menuju lantai 2 tempat MPP Bedas berada.
Tapi tentunya gak keberatan ya? Muncul sensasi tersendiri ketika melewati deretan makanan, analoginya seperti melewati taman bunga, bikin kita ingin berhenti sejenak dan menikmati keindahannya.
Sedangkan deretan kuliner dan melihat kemasannya, membuat kita penasaran, apa sih ini? Sesudah baca penjelasan singkatnya, jadi pingin beli dan mencicip rasanya.
Seperti ketika melihat camilan arumanis susu, langsung kebayang deh rasa arum manis, atau rambut nenek yang terbuat dari gula pasir yang dipanaskan hingga mencair, kemudian diputar dan ditarik hingga membentuk serat-serat halus seperti benang atau kapas.
Rasanya manis legit, berpadu rasa gurih, asin yang ringan, dan renyah dari sempe/simping lempengan warna warni yang mengapit arumanis.
Lebih suka camilan pedas?
Bagaimana jika basreng geprek? Ada rasa pedas dan non pedas, atau bisa juga dibumbui sendiri agar pedasnya lebih nendang.
Merupakan singkatan dari bakso goreng, camilan basreng dibuat dari bakso sapi atau bakso ikan yang diiris kemudian digoreng dengan teknik double fry (digoreng dua kali). Jadi selain renyah, basreng rasanya gurih.
Sepintas Bandung Kunafe
Banyak selebriti Indonesia terjun di bisnis kuliner, sayangnya hanya beberapa yang masih bertahan, salah satunya Irfan Hakim dan Ananda Omesh yang menekuni oleh-oleh khas Bandung dengan nama “Bandung Kunafe”.
"Kunafe" berasal dari bahasa Sunda "kunaon" yang artinya kenapa, Bandung Kunafe memiliki produk utama berupa bolu lembut berbahan dasar Japanese cheesecake. Bolu atau kue kekinian ini bertekstur lembut dengan berbagai pilihan isian (filling) dan topping, seperti keju, cokelat, tiramisu, nutella, dan durian.
Selain bolu yang tahan sekitar 4 hari di suhu ruang dan 7 hari di suhu chiller, serta beberapa panganan lainnya, Bandung Kunafe juga menjual produk lain seperti kaos Kunafe yang bisa banget dijadikan oleh-oleh.
Kaos Kunafe dijual di cabang Bandung Kunafe Soreang 99 bersama kerajinan tangan (craft) local lainnya, seperti lukisan, batik, dan kerajinan tangan lainnya.
Pasca searching bisnis kuliner selebrities yang masih bertahan, ternyata mereka (termasuk Bandung Kunafe) mengandalkan bolu/cake kekinian. Dengan merebaknya Bisnis Roti Sourdough, jadi penasaran, apakah ada selebriti yang tertarik?
Bisnis roti pernah ditekuni Nia Ramadhani dengan nama Roti Mama Nia yang mengandalkan berbagai varian rasa roti sobek. Diluncurkan Oktober 2017 dan sempat membuka beberapa cabang, namun akhirnya tutup
Camilan Tanah Pasundan, Kreativitas Tanpa Batas
Apa bedanya opak dan kicimpring? Pertanyaan itu muncul ketika melihat deretan camilan berbahan dasar singkong. Setelah searching, jawabannya opak diolah dengan mengukus parutan singkong berbumbu terlebih dulu, sedangkan kicimpring terbuat dari parutan singkong mentah berbumbu yang dicetak pipih dan dijemur.
Bagaimana dengan keripik kaca/keripik beling? Nah camilan super tipis dan renyah ini berbahan dasar tepung tapioka atau singkong yang telah diolah menjadi tepung kanji/tepung tapioka.
Camilan terbuat dari singkong lainnya adalah Endog Lewo (atau emplod), cara pembuatannya mirip kicimpring, bedanya emplod dicetak berbentuk bulat (endog=telur), lalu digoreng dua kali (teknik double fry).
Kreatif banget ya? Dari bahan singkong, UMKM berhasil menciptakan berbagai camilan. Jika ditambahkan keripik singkong dan peuyeum singkong yang telah lebih dulu dikenal, jumlah camilan berbahan singkong bakalan banyak.
Rasanya nano-nano, saat berjalan di sepanjang rak berisi jajanan produk UMKM Bandung Kunafe. Mereka cerdik dalam mengolah hasil pertanian, seperti dodol strawberry, manisan asam berbentuk bulat dan berwarna-warni, mulai dari merah , hijau, coklat muda, dan warna asam yang kita kenal: coklat tua kehitaman.
Selain olahan tradisional (berbahan dasar hasil pertanian tanah air kita), tersedia juga camilan berbahan dasar tepung terigu, seperti pie susu, choco chips, bolu kering, soes kering (rasa coklat, pandan, keju), kripwang (keripik bawang), sistik (stik bawang/keju) berbagai warna, mie lidi (berbagai bentuk dan rasa), dan macaron.
Macaron asli mahal banget lho, karena terbuat dari tepung almond. UMKM kita berhasil menggantinya dengan tepung terigu sehingga harganya lebih terjangkau.
Tidak hanya ahli mensubstitusi bahan, pelaku UMKM juga cerdik merangkai kata, seperti camilan siomiker, yang ternyata merupakan singkatan dari siomay mini.
Sebring, singkatan dari seblak kering. Kemudian moring singkatan dari cimol kering. Cimol sendiri merupakan singkatan dari aci digemol. Dalam bahasa Sunda, "aci" berarti tepung kanji (tapioka), dan "digemol" berarti dibentuk bulat-bulat.
Dalam pembuatan moring, setelah dibentuk bulat, cimol dicetak pipih menyerupai koin lalu digoreng hingga garing.
Gak mau camilan gorengan (Bandung Kunafe mengelompokkannya kedalam “kukurupukan”/kerupuk), pengunjung bisa berbelanja nasi dan lauk pauk siap saji, seperti nasi liwet instan , rendang, abon berbagai jenis (abon ikan sambal, abon ayam, abon sapi, abon rumput laut), serta panganan kekinian selain bakso aci dan cuanki kuah yang telah dibahas di atas, yaitu cilok kuah, batagor kuah instan dan masih banyak lagi.
Tentu saja kita juga bisa menemukan camilan jadul seperti rengginang, keripik jengkol, keripik tempe, egg roll, semprong dengan berbagai warna dan rasa.
UMKM kita emang kreatif banget, bisa kalap belanja di sini.
Minuman Siap Seduh, Menyegarkan dan Menyehatkan
Lemari pendingin berisi deretan minuman membuat langkah saya terhenti dan melihat isinya. Walah banyak jamu, batin saya melihat deretan minuman sehat, diantaranya botol bertuliskan lemongrass red ginger dengan gambar jahe merah dan jahe.
Selain dalam lemarin pendingin, “jamu” lainnya tersedia dalam bentuk bubuk siap seduh, serta minuman local seperti kopi bajigur, coklat bajigur, bandrek, sekoteng dan masih banyak lagi.
Serta beragam rempah tradisional bentuk bubuk, seperti kunyit, bunga telang, temulawak, jahe merah dan lainnya. Juga tersedia ramuan bubuk untuk penyakit tertentu, antara lain herbal hipertensi, herbal asam urat, dan masih banyak lagi.
Bagaimana dengan kopi? Tentu saja tersedia dalam berbagai brand kopi Arabika, kopi Robusta dan kopi lanang (terbuat dari biji kopi abnormal atau cacat alami dari jenis Arabika atau Robusta yang hanya memiliki satu biji tunggal di dalam buah ceri kopinya, berbeda dari kopi normal yang umumnya memiliki dua keping biji yang berhadapan)
Mengelilingi Bandung Kunafe dan menikmati camilan UMKM membuat saya berharap, perekonomian Indonesia akan membaik. Pelaku UMKM masih bisa menghasilkan laba ditengah harga bahan baku dan kemasan yang berebut naik ke atas. Berharap pula daya beli masyarakat meningkat agar bisa puas mencicipi produk UMKM yang sangat menggoda ini.
Baca juga:
Endog Lewo Hingga Pisang Molen, Camilan Favorit untuk Ngonten

.jpg)



.png)



.png)


No comments