Menikmati Kelezatan Fusion Food dalam Keteduhan Taman Saparua Bandung
Bubur Saikoro? Apa nih? Penasaran, beli ah. Sambil menunggu pesanan datang, saya searching dan menemukan penjelasan bahwa Bubur Saikoro merupakan fusion food Indonesia.
Fusion food adalah seni menggabungkan bahan, teknik memasak, atau cita rasa dari dua atau lebih budaya kuliner yang berbeda.Nah Bubur Saikoro memadukan konsep bubur ayam gaya Kanton atau Tiongkok dengan topping daging sapi Saikoro (daging sapi potong dadu khas Jepang) yang empuk dan gurih.
Pertemuan saya dengan Bubur Sapi Saikoro berawal ketika mencoba bernostalgia di Jalan Ambon, Bandung yang letaknya tak jauh dengan sekolah Taruna Bakti, di jalan Riau, tempat dulu anak-anak saya menimba ilmu.
Pinginnya sih menyicip Kopi Tuku, yang tumblernya bikin heboh netizen se Indonesia Raya, tapi urung melihat antrian yang panjang. Duh mau minum kopi aja harus ngantri? Malesin!
Jadi saya pun menyeberangi jalan Banda, menuju Taman Saparua Bandung, yang letaknya juga di Jalan Ambon. Di sini berdiri gedung olahraga dan berbagai fasilitasnya. Gak heran, bak gula dikerumuni semut, banyaknya pengunjung untuk berolah raga, membuat PKL berdatangan, termasuk kedai makanan dengan fasilitas yang lebih nyaman.
Ketika itulah saya melihat Kedai Mie Tjap Chili yang letaknya tepat berseberangan dengan Taman Saparua Bandung.
Random banget ya? Tiba-tiba terbayang deh yamien lezat sebagai pembuka intermittent fasting (IF) yang sedang saya lakoni.
Baca juga:
Ngobrolin Tutupnya Waroeng Baso Cepot yang Punya Slogan “Hebringna Baso Urat”
Ramen Imam Bonjol, Pilih Review Jujur atau Tipu-tipu?
Daftar Isi:
- “Terdampar” di Kedai Mie Tjap Chili, Taman Saparua Bandung
- Sekilas Tentang Kedai Mie Tjap Chili
- Kelezatan Bubur Saikoro yang Nagih
- Mie Yamin Ayam, Bukan Signature Collection
Setelah melintas teras yang asri, dengan beberapa kursi dan meja untuk pengunjung yang ingin makan sambil menikmati kerindangan Taman Saparua, saya melewati etalase kaca dan melihat berbagai jenis sushi yang menggiurkan di dalamnya.
Saya tidak berhenti karena mencari menu mie. Seorang pegawai perempuan menemani saya ke area di belakang sushi, dan menyodorkan lembaran menu segede gaban yang telah dilaminating.
Sebetulnya bisa sih scan QR code yang tersedia di setiap meja, namun kunjungan berikutnya membuktikan bahwa menu dalam bentuk hardcopy lebih memudahkan (paling tidak untuk saya 😀😢)
Di kunjungan pertama ini saya memesan 1 porsi Bubur Saikoro, 1 porsi bakso kuah dan teh sereh hangat. Masih tetep pingin yamien sih, tapi menu bubur saikoro ini lebih menggoda.
Sekilas Tentang Kedai Mie Tjap Chili
Sambil menunggu pesanan datang, saya searching tentang Kedai Mie Tjap Chili. Ternyata bermula dari sang pemilik, Very Abdul Aziz dan keluarganya sangat menyukai mie. Mereka kerap hunting mie di dalam dan luar kota.
Sayang, ketemunya hanya mie ayam atau mie bakso. Sangat jarang ditemukan penjual mie dengan varian seperti mie chili oil atau mie kari. Karena itu pada Desember 2023, Very membuka kedai mie dengan beragam varian yang diharapkan bikin nagih dan memenuhi ekspektasi pelanggan.
Sebelumnya, dibawah payung Squad Kitchen Group, Very telah meluncurkan restoran sushi pertamanya pada 2020. Kedai Mie Tjap Chili menyusul setelah dilakukan survei dengan mengunjungi mie-mie legendaris sebagai referensi dan inspirasi.
Keputusan yang cerdas ya? Orang Indonesia kan suka FOMO. Sekaligus, bagi orang Indonesia, sushi aja gak cukup. Sushi cuma camilan. Butuh “makanan berat” agar terasa lengkap.
Kelezatan Bubur Saikoro yang Nagih
Ada 2 alasan saya memesan Bubur Saikoro. Yang pertama udah lama banget saya pingin menyantap bubur yang enak. Selama ini hanya bertemu bubur kampung yang encer dan kebanyakan micin.
Alasan kedua, saya penasaran dengan “Saikoro” yang ternyata secara harfiah berarti "dadu." Jadi daging saikoro adalah daging yang mendapat potongan saikoro dengan ukuran sekitar 1 sentimeter hingga 2 sentimeter di setiap sisinya.
Untuk mendapatkan aroma dan rasa yang khas, daging saikoro dipanggang menggunakan metode teppanyaki (dipanggang dengan api terbuka pada permukaan panas), kemudian diberi sentuhan karamelisasi agar menghasilkan aroma dan rasa yang khas.
Jadi bisa kebayang kan? Betapa sedap bubur ala chinese food, dengan topping daging saikoro yang banyak? Sampai saya terheran-heran ketika berhasil menghabiskannya. Udah beberapa tahun ini porsi makan saya terbatas. Butuh jeda beberapa lama untuk menuntaskan satu porsi.
Malah, lapar mata membuat saya sempat ingin memesan mie yamin dan bubur saikoro. Tapi saya harus tahu diri dengan kapasitas tubuh. Sebagai pengganti saya memesan semangkuk bakso kuah.
Bagaimana rasanya? Sangat sesuai dengan bakso lezat seperti yang saya bayangkan. Tekstur kenyalnya pas. Ndaging (diksi ini saya ambil dari food vlogger 😀😀 ), dengan kaldu gurih yang light (bumbunya gak medok)
Sebagai minuman, saya memilih teh sereh “hangat”. Saya menekankan kata “hangat” karena di meja kasir ada pemberitahuan bahwa pelanggan bisa minta ganti andai teh yang dihidangkan dingin/tidak hangat.
Untunglah tehnya hangat. Jadi saya gak perlu complain. Tujuan saya memesan teh sereh hangat emang untuk menetralisir masakan gurih yang kerap bikin eneg.
Kedai Mie Tjap Chili rupanya paham akan kebutuhan tersebut terlihat dari menu minuman yang serba teh: teh tawar (panas atau es), es liang teh, thai teh, teh manis (hangat atau es) dan teh sereh (hangat atau es)
Mie Yamin Ayam, Bukan Signature Collection
Datang ke Kedai Mie Tjap Chili, kok belum nyicip rasa mie-nya? Rasa penasaran itu saya tuntaskan dengan datang lagi beberapa waktu kemudian.
Namun seperti sudah saya tulis di atas, seharusnya saya memesan menu yang tercetak (hard copy). Tampilan menu di hard copy mirip mind map, dikelompokkan sesuai kriteria, sehingga mudah dibaca dan dipilih.
Sedangkan melihat menu melalui QR code seperti yang sekarang saya lakukan, hanya terlihat seperti sekumpulan makanan dan minuman saja.
Bantuan menu melalui QR code barangkali cocok untuk resto/café dengan bangunan luas dan atau bertingkat, sehingga pelanggan gak repot naik turun.
Sementara Kedai Mie Tjap Chili di Jalan Ambon, Bandung ini gak begitu luas. Setiap ruangan hanya berisi sekitar 4-5 set meja kursi. Bahkan antara saya dengan kasir/tempat pemesanan cuma berjarak 1-2 meter saja.
Akibatnya saya luput memesan signature collection Kedai Mie Tjap Chili, yaitu mie laksa dengan berbagai topping pilihan (udang, telur tahu, ebi furai, ayam)
Serta mie kari dengan berbagai topping pilihan (ayam katsu, ayam grill,beef, telur tahu)
Juga ada menu chef’s recommendation untuk udon, yaitu udon bakar (original, topping seaweed), dan nasi rames (rendang, ayam popcorn, ayam trasi), nasi ayam chili, nasi katsu kari.
Bahkan saya melewati menu yang sudah lama pingin coba seperti mie creamy Szechuan (bisa pilih ayam atau beef).
Jadi apa dong yang dipilih? Mie Yamin Ayam! Ya ampun, menu seperti itu kan banyak ditemukan di resto lain. Gimana lagi atuh, cape kukurilingan Bandung, bikin otak ngehank. 😀😀
Untunglah saya juga memesan topping ayam panggang dari banyak pilihan topping seperti ayam katsu, rendang, chicken grill dan masih banyak lagi.
Oiya selain sushi yang bisa kita pesan, ada cemilan lain dari Kedai Mie Tjap Chili, seperti beef croquette, wonton udang chili oil, ayam goreng trasi, wonton udang goreng dan varian rebusnya.
Nah bagaimana dengan mie yamin ayam? Ternyata topping ayam panggang (lain kali pingin coba beef panggang-nya ah) merupakan pilihan yang tepat, ketika disantap bareng mie yamin ayam.
Semula sempat kecewa dengan mie yamin yang berwarna kecoklatan. Karena saya gak suka yamin manis, dan lupa bilang pesan yamin asin. Untunglah rasanya enggak terlalu manis, malah jadi terlalu asin sewaktu diberi chili oil sebagai kondimen, dan rasanya jadi pas saat berpadu dengan topping ayam panggang.
Jadi, recommendation gak nih Kedai Mie Tjap Chili? Buat saya sih, yes! Apalagi saya belum mencoba rasa sushi dan harganya affordable banget. Andai mau ngetraktir banyak orang, gak bikin kantong bolong.
Tentang rasa, saya setuju dengan perkataan Anne Avantie:
Masalah rasa itu soal selera
Lidahmu gak bisa mewakili lidahku, memangnya kampanye?
Baca juga:
Bakwan Kawi, Kelezatan Hidden Gem di Kampung Sudagaran
Asyiknya Ngabakso di Bakso Djando Guntursari Bandung
Profile
Sushi Mate- Kedai Mie Tjap Chili,
Jalan Ambon No.9, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
Telepon: 0811-1182-5217
Buka setiap hari: Pukul 07.00- 22.45 WIB.
Tarif per orang: Rp 25.000–75.000









No comments