MieMu, Mie Lezat nan Sehat dari Tepung Singkong
Gak nyangka, impian saya terkabul! Kini tersedia mie yang terbuat dari tepung MOCAF (Modified Cassava Flour). Dulu, sekitar tahun 2010, saya dan komunitas sering banget bereksperimen membuat panganan (mie, brownies dan lainnya) dari tepung MOCAF dan tepung non terigu lain, seperti tepung ganyong.
Hasilnya? Enak banget. Emang beda dengan panganan dari tepung terigu, karena bahan bakunya berbeda. Terigu terbuat dari biji gandum, yaitu tanaman serealia dari keluarga rumput-rumputan (Poaceae). Sedangkan tepung MOCAF dan tepung non terigu lainnya, terbuat dari umbi-umbian.Mengapa saya bermimpi panganan dari tepung non terigu? Karena secara komersial, gandum sulit ditanam di Indonesia. Sebagai tanaman subtropis, gandum membutuhkan suhu dingin dan musim kering yang jelas, sementara wilayah Indonesia beriklim tropis dengan kelembapan dan curah hujan yang tinggi.
Gak heran Indonesia menjadi negara pengimpor gandum terbesar ke-2 secara global. Berada tepat di bawah Mesir (sumber: FAO dan OEC World).
Menyebalkan bukan?
Tambah menyebalkan ketika mengetahui Indonesia menetapkan tarif bea masuk sebesar 0% (nol perseratus) untuk impor tepung gandum, bahkan sebelum kesepakatan dagang timbal balik RI-AS yang ditandatangani Presiden Prabowo dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.
Baca juga:
Bakwan Kawi, Kelezatan Hidden Gem di Kampung Sudagaran
Menggoyang Lidah dengan Pasta de Carne di Wheels Dago, Destinasi Cozy di Bandung Utara
Daftar Isi:
- Kaya Tepung non Terigu, Indonesia Terjebak Hibah AS
- Yuk, Kenalan dengan Tepung MOCAF
- Beda Tepung MOCAF dan Tepung Tapioka
- MieMu, Mie Singkong yang Sehat nan Nikmat
- Review Jujur MieMu
Bagaimana ceritanya, kok Indonesia bisa masuk jeratan impor tepung terigu?
Bermula dari Amerika Serikat (AS) kelebihan stok panen gandum (surplus), sementara Indonesia di awal Orde Baru mengalami krisis pangan. Harga beras global melonjak.
Dengan alasan hibah kemanusiaan, Lyndon B. Johnson, Presiden AS saat itu, meyakinkan pemerintah Indonesia untuk menerima gandum dengan harapan masyarakat Indonesia akan terbiasa mengonsumsinya.
Maka melalui skema Public Law 480 (PL 480) atau yang dikenal sebagai program Food for Peace pada tahun 1969, Indonesia pun dibanjiri gandum. PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari mendominasi penggilingan gandum menjadi tepung terigu untuk didistribusikan ke seluruh negeri.
Selain tepung terigu, Indofood juga mendominasi produksi dan pemasaran mie instan dengan mengakuisisi PT Limasatu Sankyo Industri Pangan, perusahaan patungan Jepang-Indonesia, yang menjadi pelopor mie instan bermerek Supermi di Indonesia. (sumber: Kompas.com).
Pasca akuisisi, Indofood merilis mie instannya yang pertama, yaitu Indomie, varian Kuah Rasa Kaldu Ayam pada tahun 1971. Penjualan produk yang mengalami peningkatan membuat Indofood menciptakan banyak varian mie instan, hingga muncul guyonan:
Menu tanggal tua: pagi rendang, siang soto, malam bakso,
(dalam bentuk mie instan) 😀😀
Yuk, Kenalan dengan Tepung MOCAF
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Pastinya familier dengan lagu ciptaan Koes Plus, grup musik legendaris Indonesia yang berjudul “Kolam Susu”. Lagu pujian atas kekayaan, kesuburan, dan keindahan alam Indonesia ini berkisah tentang tongkat (batang singkong) yang menjadi tanaman hanya dengan menancapkan ke tanah.
Adalah Prof. Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., seorang guru besar di bidang Teknologi Pertanian dari Universitas Jember yang merintis inovasi mengolah singkong melalui fermentasi bakteri asam laktat menjadi tepung MOCAF.
Sebelumnya, Achmad Subagio menimba ilmu teknologi pangan ke negeri sakura, Jepang tepatnya di Universitas Perfektur Osaka (sekarang bergabung menjadi Universitas Metropolitan Osaka), kemudian memperdalam teknologi pangan dan pertanian dengan mengikuti program jejaring kerja sama antar Universitas Asia-Eropa di Belanda dan Inggris.
Penelitiannya berbuah manis, Achmad Subagio berhasil menciptakan tepung dengan karakteristik sangat mirip dengan tepung terigu, yang diberinya nama MOCAF (Modified Cassava Flour). Tepung berwarna putih, beraroma netral, dan bebas gluten tersebut diperoleh melalui proses biokimia dengan menggunakan mikroba penghasil enzim selulolitik dan pektinolitik yang bertugas memodifikasi pati singkong.
Kurang lebih prosesnya sebagai berikut:
- Singkong dikupas, dicuci bersih, dan dipotong-potong menjadi ukuran tipis atau potongan kecil (chips).
- Potongan singkong direndam dalam air yang telah dicampur dengan starter mikroba.
- Proses fermentasi berlangsung selama 12 hingga 72 jam, tergantung pada metode dan tingkat keasaman yang diinginkan.
- Selama fase ini, mikroba akan memecah granula pati singkong.
- Chips singkong yang telah difermentasi ditiriskan, dikeringkan (kadar air maksimal 14%), lalu digiling hingga menjadi tepung mocaf.
Beda Tepung MOCAF dan Tepung Tapioka
Ngobrolin tepung MOCAF yang terbuat dari singkong, mungkin muncul pertanyaan: Apa bedanya dengan tepung tapioka (sering juga disebut tepung kanji/tepung aci)? Bukankah keduanya dibuat dari singkong juga?
Perbedaan dimulai sejak awal penciptaan. Tepung MOCAF ditemukan Prof. Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., dengan menimba ilmu ke negara seberang untuk menemukan tepung pengganti tepung terigu, sementara nenek moyang kita membuat tepung tapioka untuk tujuan membuat camilan.
Berbeda tujuan membuat proses pengolahan juga berbeda. Tepung MOCAF dihasilkan dengan cara memfermentasi potongan singkong, kemudian dijemur hingga kering , setelah itu digiling halus.
Proses pembuatan tepung tapioca dimulai dengan memarut singkong, dilanjut memeras airnya dan mengendapkan. Endapan sari pati dikeringkan dan diubah menjadi tepung tapioka (tanpa proses fermentasi).
Proses berbeda, hasil akhirnya pun berbeda. Tepung MOCAF berwarna putih agak kekuningan, teksturnya mirip tepung terigu, namun memiliki aroma khas singkong yang samar.
Adapun tepung tapioca berwarna putih bersih, sangat halus, terasa licin di tangan, dan jika dicampur dengan air panas akan berubah menjadi sangat kental, lengket, dan elastis.
Sesuai dengan tujuan awal, tepung MOCAF digunakan sebagai bahan pengganti tepung terigu, seperti roti, kue kering, cake, gorengan, dan mie. Sedangkan tepung tapioka diolah menjadi beraneka camilan seperti cilok, cenil, kue lapis dan masih banyak lagi.
MieMu, Mie Singkong yang Sehat nan Nikmat
Dari kisah panjang lebar di atas, bisa kebayang kan antusias saya ketika membaca salah satu utas di Threads bahwa Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta meluncurkan mie instan terbuat dari tepung MOCAF.
Mirip “dream comes true” , bedanya dulu berharap perusahaan sebesar Indofood (demi nasionalisme dan cinta tanah air) mau memproduksi mie instan dari tepung non terigu, gak nyangka diwujudkan oleh Muhammadiyah. (Terimakasih ya Muhammadiyah 😊🙏)
Jadi, gak pakai lama, saya segera mencari di marketplace. Ternyata banyak seller-nya. Harganya murah, sekitar Rp 5.000 an, serta tersedia 2 varian, yaitu: MieMu dan Boga MieMu.
Apa bedanya?
Hasil searching menjawab bahwa Boga MieMu merupakan pengembangan dari MieMu. Selain tepung MOCAF, Boga MieMu menggunakan tepung jagung pulut sebagai bahan bakunya.
Proses pembuatan juga berbeda. Proses produksi MieMu sama seperti mie instan standar yang menambahkan kunyit sebagai pewarna, sementara mie pada Boga MieMu melalui proses pemanggangan.
Selebihnya kedua varian ini menyediakan 3 rasa, yaitu mie goreng, rasa ayam bawang, dan rasa soto
Jadi, dari pada bingung, saya pesan dua buah untuk setiap varian MieMu, dan Boga MieMu, kemudian mengolahnya menjadi mie godog dan mie kuah standar dengan tambahan bakso, tahu bakso, daging ayam dan sayuran (stok yang ada di lemari es)
Jadi laper, yuk ah kita eksekusi:
Mie Godog Jawa MieMu
Bahan-bahan:
- 1 bungkus MieMu atau Boga MieMu
- 1 butir telur (kocok lepas)
- 2 lembar sayur sawi hijau (bisa diganti kol)
- 1 buah tomat (potong-potong)
- 1 batang daun bawang (iris tipis)
- 2-3 cabai rawit (opsional/iris tipis)
- Secukupnya garam
- Secukupnya daging ayam siap saji (ayam charsiu/katsu/nugget)
- Secukupnya bakso (bakso sapi, tahu bakso)
- 250 cc air putih
- 1-2 sdm minyak goreng untuk menumis
Bumbu Halus
- 1 siung bawang putih
- 2 siung bawang merah
- 2 butir kemiri
- 1 sdm ebi kering (rendam hingga lunak)
Cara Membuat:
- Panaskan minyak goreng, tumis bawang merah, bawang putih, ebi, dan kemiri hingga harum. Angkat. Haluskan.
- Panaskan kembali penggorengan, masukkan bumbu halus, bakso, sayuran, cabai rawit. Aduk sebentar. Tambahkan air, bumbu, minyak bawang dan cabe bubuk yang tersedia dalam kemasan MieMu.
- Tuangkan telur kocok perlahan sambil diaduk agar membentuk serabut halus.
- Masukkan mie kering MieMu, tambahkan daun bawang, aduk sebentar.
- Koreksi rasa. Saya hanya menambahkan garam.
- Tuangkan mie godog ke dalam mangkuk, beri topping irisan daging ayam dan bawang goreng.
Catatan: Saya punya kebiasaan memasak mie instan selama 90 detik, karena proses memasak akan berlanjut walau api kompor sudah dimatikan.
Review Jujur MieMu
Bukan paid post 😀😀, ini review jujurnya, ya? Terlebih sesudah eksekusi, saya tuh gak bisa ngebedain tekstur MieMu dengan Boga MieMu 🙈🙈, jadi saya gabung aja.
Rasa
Saya suka rasanya, gurihnya pas. Cocok untuk lidah saya yang sering enek dengan makanan yang terlalu tajam rasa micinnya. Setelah cek kemasannya, tertera low MSG dalam komposisi MieMu
Tekstur
Jangan kaget dengan tektur mie yang mudah putus. Tepung MOCAF sebagai bahan baku MieMu tidak mengandung gluten seperti tepung terigu, sehingga mudah putus. Tapi oke kok, mayoritas dari kita kan bukan etnis China yang punya kebiasaan makan mie panjang ( tidak boleh memotongnya).
Gluten pada pembuatan mie memberikan sifat elastis dan plastis, sehingga mudah dibentuk dan menghasilkan tekstur mie yang kenyal dan tidak mudah putus.
Ketersediaan dan Harga
Sayang sekali MieMu belum tersedia di retail modern seperti Alfamart dan Indomaret. Sehingga harga sekitar Rp 5.000-6.000 termasuk murah, karena produksi masih terbatas.
Padahal manfaatnya banyak banget:
MieMu mengandung serat sekitar 3.4% hingga 6%, bandingkan dengan mie instan dari tepung terigu yang kadar seratnya hanya 2% sampai 2.5%.
MieMu juga baik bagi penyintas penyakit autoimun, maupun mereka yang belum divonis sebagai penderita autoimun. Karena di beberapa kasus yang dialami sepupu dan almarhum sahabat saya, penyakit autoimun baru terdeteksi setelah dewasa (dipicu oleh akumulasi faktor).
Lebih lanjut hubungan manfaat pangan terbuat dari tepung MOCAF dan penyakit autoimun, saya kupas di tulisan berikut ya?
Baca juga:
Menikmati Kelezatan Fusion Food dalam Keteduhan Taman Saparua Bandung
Kopi Opak, Antara Kelezatan Mie Goreng, Mitos dan Gemercik Air Sungai





.png)


No comments