Roti Gambang, Kudapan Jadul yang Enaknya Kebangetan!

    
www.maria-g-soemitro.com


Roti Gambang, Kudapan Jadul yang Enaknya Kebangetan!


Cantik, empuk dan aromanya harum, itulah roti gambang ketika baru keluar dari oven. Gak sabar menunggu dingin, saya mengiris dan #hap masuk mulut. Empuk, renyah dan lumer berpadu karena saya mengisinya dengan potongan dark cooking chocolate (coklat masak).

Enaknya kebangetannn!😋😋 Duh nyesel, kok baru bikin sekarang. Maknyus pisan, gak ada obat!
Padahal jujur, sebelumnya saya gak suka roti gambang. Roti berwarna kecoklatan dan beraroma harum rempah ini gak pernah saya pilih ketika mampir di toko roti “Sidodadi”, destinasi kuliner legendaris di Kota Bandung.

Mungkin, apabila sudah lapar kebangetan, dan gak ada pilihan lain, baru deh saya membeli roti gambang. Hihihi😀😀

Baca juga:
Roti Kasur Empuk Menul Menul dan Anti Gagal, Yuk Bikin!

Resep Bolu Kukus Mekar Anti Gagal, Dari Luvita Ho untuk Pemula

Daftar Isi:

  • Roti Gambang, Nyesel Baru Bikin!
  • Roti Gambang Masuk Daftar 50 Roti Terbaik di Dunia
  • Resep Roti Gambang

Saya mulai tertarik roti gambang ketika Mbak Rien melempar tanya ke WhatsApp Group Indonesian Food Blogger tentang roti berwarna coklat, teksturnya padat, tapi empuk dan rasanya enak. Begitu enaknya, sehingga Mbak Rien mencarinya di marketplace untuk menikmati (lagi) kelezatannya.

Seenak itukah? Apakah roti gambang yang dicemil Mbak Rien berbeda dengan yang pernah  saya coba? Seingat saya, selain berwarna coklat dan beraroma rempah, tekstur roti gambang padat dan keras. 

Sementara roti yang enak kan yang empuk, gendut, menul-menul?  Lha ini mah beda!

     

maria-g-soemitro.com


   

Roti Gambang Masuk Daftar 50 Roti Terbaik di Dunia

Googling karena penasaran dengan kisah roti gambang, ketemulah fakta mengapa roti gambang keras, dan mirip roti bantat. Ternyata bahan pengembangnya berbeda. Roti biasa menggunakan ragi sehingga bisa menul-menul dan mengembang 2-3 kali lipat dari aslinya.

Sedangkan roti gambang, bahan pengembangnya adalah baking soda dan baking powder.
Mirip bolu/cake dong? Yup, bener banget. Bentuknyalah yang menyebabkan roti gambang dinamakan ‘roti’, bukan ‘bolu/cake’. Kasusnya mirip ‘banana bread’ yang mendapat sebutan ‘bread’ bukan ‘cake’, padahal cara pembuatannya sama dengan cake/bolu.

Saya menduga, hihihi boleh kan beropini?😀😀 Roti gambang sengaja dibuat ‘bantat’ agar orang Belanda yang menciptakan roti gambang, bisa menikmati keharuman rempahnya. Malah, dalam resep Ibu Fatmah Bahalwan terdapat campuran tepung roti/tepung panir agar roti gambang berbentuk tebal tapi tetap empuk. Seperti diketahui, tepung roti biasa digunakan sebagai pelapis risoles dan nugget agar nampak cantik. 

Namun kok saya yakin bahwa resep Ibu Fatmah lah yang autentik. Tanpa tepung panir, apa bedanya roti gambang dengan ontbijtkoek atau bolu rempah? Opini bebas ini mah ya?

Karena sebagai kudapan, menurut almarhum Bondan Winarno, roti gambang dan ontbijtkoek sama-sama disajikan sebagai hidangan breakfast.

  
maria-g-soemitro.com
ontbijtkoek vs roti gambang (sumber gambar roti gambang: shopee)


Hasil googling menemukan fakta menarik lainnya. Roti gambang masuk ke dalam daftar 50 roti terbaik di dunia versi media Amerika Serikat, CNN.  Keren ya? Roti gambang bersanding dengan berbagai roti khas negara lain, seperti: baguette dari Perancis, paratha dari India, roti canai asal Malaysia, hingga tortillas dari Meksiko. 

Atau dengan kata lain, dunia sudah mengakui roti gambang sebagai roti tradisional Indonesia, ya?

Kok disebut roti gambang sih? Mungkin karena pemberi nama adalah para pekerja di pabrik roti milik tuan dan nyonya Belanda di Batavia. Bentuk Roti gambang yang mirip bilah-bilah pada gambang kromong, alat musik khas Betawi, membuat mereka menamakan roti gambang.

Seide dengan para pekerja pabrik roti di Semarang. Mereka berpendapat, roti tersebut mirip bilah-bilah kayu yang mengganjal rel kereta api, maka muncullah nama roti ganjel rel.

Suka-suka aja deh, wong rotinya sama.😀😀

Ingin tahu tentang 49 roti lainnya? silakan cek link kompas.com ini ya?

 

maria-g-soemitro.com


Resep Roti Gambang

Sebelum membuat roti gambang, saya membandingkan resepnya Ibu Fatmah Bahalwan dan resep Mbak Endang Indriani pemilik blog Just Try and Taste

Keduanya menggunakan gula merah yang dicairkan untuk mendapatkan rasa manis yang pas ketika disandingkan dengan kudapan beraroma rempah. Keduanya juga memakai baking powder dan baking soda sebagai pengembang.

Baru berbeda dalam racikan tepung. Ibu Fatmah mencampur tepung terigu protein sedang dengan tepung panir cokelat, sementara Mbak Endang hanya menggunakan tepung terigu serba guna dengan coklat bubuk. Sehingga roti gambang buatan Mbak Endang bakal lebih empuk.

Perbedaan juga terlihat dalam pemilihan aroma rempah, Mbak Endang memakai bumbu spekuk (campuran kayu manis, pala, kapulaga, jahe, dan vanili ) dan kayu manis bubuk, yang membuat roti gambang buatannya bakal lebih harum.

Sedangkan Ibu Fatmah memperbolehkan memilih rempah:  Bumbu spekuk atau kayu manis bubuk saja. Pertimbangannya mungkin karena gak semua orang menyukai kudapan beraroma tajam.

Akhirnya? Saya modifikasi kedua resep, agar memperoleh aroma khas roti gambang yang tajam aroma rempahnya, tapi bertekstur bantat seperti kue gambang yang umum seharusnya.

Rasanya? Wow, ngeunah pisan.😋😋 Sayangnya tekstur nampak agak ngeprul, karena saya mengiris roti gambang sebelum benar-benar dingin. Maklum, saya ingin menikmati sensasi coklat meleleh dari dark cooking chocolate, dan …..ya gak sabar aja😀😀😀

Berikut resepnya ya?

 

maria-g-soemitro.com


Resep Roti Gambang untuk IDFB Blog Challenge

Bahan A:

Bahan B:

  • 200 gram tepung terigu protein tinggi (misalnya tepung Cakra)
  • 100 gram tepung terigu protein sedang (misalnya tepung Segitiga)\
  • 50 gram tepung roti (biasa digunakan untuk melapisi risoles/nugget)
  • 1 sendok makan coklat bubuk
  • 1 sendok teh bubuk spekuk
  • 1 sendok teh bubuk kayu manis
  • 2 sendok teh baking powder double acting
  • 1/2 sendok teh baking soda
  • 1/4 sendok teh garam
  • 27 gram (1 sachet) susu bubuk
  • 3 sendok makan mentega dicairkan
  • 2 butir kuning telur

Bahan C

  • 1 sendok makan putih telur untuk olesan
  • Secukupnya biji wijen putih untuk taburan
  • Dark cooking chocolate (DCC)/muisjes/keju untuk isian

Cara membuat:

  1. Siapkan panci, isi dengan 150 gram gula dan150 ml air. Jerang di atas kompor, masak hingga gula mencair. Angkat. Dinginkan.
  2. Campur bahan kering: tepung terigu, coklat bubuk, bubuk spekuk, bubuk kayu manis, baking powder, baking soda, garam dan susu bubuk. Aduk jadi satu, ayak, tambahkan tepung roti, sisihkan.
  3. Ambil mangkuk untuk membuat adonan, masukkan telur dan kocok hingga kental. Kemudian secara bertahap dan sambil diaduk,  masukkan bahan kering, larutan gula dan margarin/mentega cair. Campur sampai rata saja, jangan diuleni agar roti tidak keras.
  4. Tutup adonan dengan kain bersih, dan istirahatkan adonan selama 30 menit.
  5. Siapkan oven, panaskan dengan api atas bawah, suhu 180˚C. Siapkan juga loyang, alasi dengan kertas baking / silpat, atau oles tipis dengan margarin kemudian taburi tepung.
  6. Bagi adonan dengan berat sesuai selera. Isi dengan potongan dark cooking chocolate/keju/musijes, kemudian bentuk lonjong dan tata di permukaan loyang. Beri jarak karena adonan roti gambang akan mengembang.
  7. Gunakan kuas untuk mengolesi permukaan adonan dengan putih telur / air, selanjutnya  taburi wijen. Masukkan ke oven dan panggang roti hingga matang sekitar 25 menit.
  8. Keluarkan dari oven, diamkan di rak kawat hingga dingin. Sajikan.

Baca juga:
Ontbijtkoek, Warisan Oma Belanda untuk Tanah Jajahan

Resep Bolu Kukus Ketan Hitam dan Bolu vs Brownies

 

www.maria-g-soemitro.com

 

33 comments

  1. Aduh enaknya roti gambang Semarang. Saya ingetnya roti gambang itu keras. Jika dulu masih kuat dimakan, sekarang cari empuk. Wah senang banget ternyata roti gambang termasuk salah satu dari 50 roti terenak utk makan pagi. Terima kasih resepnya.

    ReplyDelete
  2. Wah enak banget kayaknya tuh, apalagi disantab masih hangat ditemani minuman kesukaan dan orang kesayangan. Main nikmat. Ada sebutan lain ga sih buat roti gambang itu. Soalnya baru denger aja

    ReplyDelete
  3. Menikmati roti gambang dengan secangkir teh hangat atau kopi susu itu istimewa deh :D Oh, di Semarang disebut Gandjel Rel ya, ambu? Mantap ini buat sarapan :) Asyik nih dapat resepnya. Mau dipraktikkan ah kapan2 bikin sama anak2 pas weekend :D Bahan2 rempahnya bikin perut hangat nih.

    ReplyDelete
  4. Kalau di Cianjur Selatan sini, Sidodadi itu nama penjual bakso. Kuliner dari orang Jawa Timur yang udah menetap di sini sampai generasi ke tiga ini udah kaya jadi legenda aja. Kalau cari bakso banyak yg menyarankan ke Sidodadi aja. Harganya dibandingkan bakso lain emang agak mahal. Mungkin karena udah punya nama kali ya

    ReplyDelete
  5. Jadi ingin membandingkan rasa roti gambang buatan ibu Fatmah dan mbak Endang. Tetapi, apapun itu, aroma kayumanis memang jadi ciri khas roti gambang. Gak boleh dihilangkan.

    ReplyDelete
  6. Bandung punya kuliner termasuk roti yang khas, ada teman blogger semoga bisa merasakan kekhasan roti

    ReplyDelete
  7. Kalau membuat sendiri daku belum pernah Ambu..
    Pengennya sih ada yang ngasih atau membelikan roti Gambang, maka saya tidak akan menolaknya, eh eheheh

    ReplyDelete
  8. Wah toko Sidodadi, toko roti legendaris langganan ibuku dulu. Tapi kalo kesana saya ga pernah beli roti gambang, seringnya beli roti aja. tar kalo kesana mau ah cobain roti gambangnya. saya biasanya beli roti gambang di toko Merdeka. btw saya belum pernah coba roti gambang isi coklat, biasanya makan yang original atau isi keju

    ReplyDelete
  9. Saya kok malah pengen nyobain roti gambang buatan mbaknya aselii bikin ngiler liat lelehan coklatnya itu yaaa

    ReplyDelete
  10. dari tampilannya memang sudah terlihat enak yaa. sepertinya cocok dinikmati bersama segelas teh hangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makannya sambil blogwalking ya kak Ira hehe.. biar makin berasa manis dan geregetnya karena sambil tambah wawasan plus kenyang

      Delete
  11. Ini roti favorit aku waktu kecil Ambu...tapi sudah lama banget ga nemu roti ini dulu sih aku sering makan yang isinya keju ....

    ReplyDelete
  12. Belum pernah cobain roti Gambang ini Ambu. Pasti enak banget ya, udah dinobatkan jadi 50 roti terbaik versi CNN. Penasaran pengen cobain.

    ReplyDelete
  13. Wah pakai gula aren ya. Enak nih kayaknya. Sebagai pecinta roti, kayaknya harus coba bikin. Hehe. Ijin save resepnya ya mbak

    ReplyDelete
  14. Langgananku roti Gembong, Ambu...dan ternyata berbeda dengan roti gambang.
    Rasanya pasti enak, Karena banyak campuran gula.

    Kalau rotinya bantat, pasti bikinnya jadi anti-gagal yaa, Ambu.

    ReplyDelete
  15. Kalo lihat roti gambang selalu ingat masa kecil. Dulu, roti inilah yang jadi bekal ke sekolah. Tapi edisi dulu rotinya gak mekar seperti ini. Bentuknya lebih padat dan rada keras. Kalau melihat yang sekarang, kok keknya enak dioles sama butter ya Mbak. Aduh jadi ngiler saya hahahaha

    ReplyDelete
  16. saya penasaran pengen nyobain kue ini kayaknya kue jadul gini rasanya gak kalah sama kue modern ya. apalagi kalau dikombinasikan dengan citarasa modern kayak roti gambang isian dark chocolate

    ReplyDelete
  17. Keren banget nih re-cook resep bu Fatmah. Kalau resep mbak Endang keknya cocok buat yang gak suka rempah yaaa.
    Bener bun apalagi kan basic-nya roti agak manis pas ada rempahnya kadang tuh ada yang gak sukses mencampurkan rasa. Makanya kalau rasanya enak bisa berpadu jd satu di mulut gtu sukses besar yaa.

    ReplyDelete
  18. Menggiurkan sekali roti gambangnya Mbak, ada isian cokelatnya bikin rasa rotinya makin enak yaaa, akk aku mah bisanya beli nggak bisa baking huhu...

    ReplyDelete
  19. Masya Allah, dicampur dengan potongan dark cooking. Tambah enak deg roti gambangnya, Ambu. Ini saya bakalan suka banget kalau pas dibelah ada lelehan cokelatnya gini.

    ReplyDelete
  20. wah kalo di Bandung mah disebutnya roti bangket, beda dengan kukis bangket ya Mak. Nah kalo si ointbijkoek mah arti harfiahnya kue sarapan, jadi bebas aja sih mo sarapan apa yang penting ada hehehehheh

    ReplyDelete
  21. Wah ini isian coklatnya meleleh..menggoda makin mantap pastinya roti gambangnya. Saya biasa makan yang ori.
    Memang di beberapa resep, dicampur tepung panir, biar ga keras banget ...karena kalau yang asli memang padat sekali teksturnya, jadi sebagian orang kurang suka.

    ReplyDelete
  22. Dimakan bersama teh atau kopi di sore hari, sambil menyelesaikan tulisan blog seru banget ini.. bikin makin semangat.
    Dicoba deh resepnya kapan-kapan

    ReplyDelete
  23. Saya langsung keinget sama jajanan kecil di warung, tapi teksturnya keras. Dari resep di sini, Roti Gambang ini cukup lembut, dan nampaknya bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Apalagi itu yang cokelatnya lumer, menggugah selera banget.

    ReplyDelete
  24. Lucu banget ada lelehan coklatnyaaaaa. Ini pasti pas banget buat dikenalin ke anak2 juga ya. Aku penasaran deh how the chocolate sm gula arennya berpadu

    ReplyDelete
  25. roti yang penuh kenangan buat saya.. roti yang jadi solusi ketika lapar mendera..

    ReplyDelete
  26. kalau aku tahunya ini kue bangket ada isian kejunya, ambu. baru tahu kalau ternyata namanya kue gambang. yang di toko roti sidodadi enak tuh mbu..

    ReplyDelete
  27. Aku juga dulu paling anti makan roti gambang, dasarnya aku judge by cover wkwk trus skrg jadi pengen cobain tapi disini belum nemu dimana yang jual.

    ReplyDelete
  28. Langsung kebayang potongan roti Gambang berada di mulut. Apalah daya aku yang tim suka beli daripada bikin sendiri ini, di tempatku ini enggak ketemu yang jualan hmm

    ReplyDelete
  29. Roti gambang ini kayaknya cocok dicelupin ke kopi atau teh ya. Apalagi dengan rasa coklat. Teh jangan terlalu manis begitupun kopi.Nikmatnyaaa

    ReplyDelete
  30. Kalau isinya cokelat sudah bisa dipastikan rasanya enak banget ya... Dimakan sambil ngopi udah paling cocok

    ReplyDelete
  31. Kujadi pengen cobain hasilnya, Ambu.. belum pernah coba buat malahan, makasih resepnya yaaa

    ReplyDelete