Bakmi Godog, Kuliner Nonfusion Food yang Bikin Kontroversi
“Apa kuliner Jogja yang bikin kangen?” Saya sih: Bakmi Godog ! Duh, auto menelan ludah sewaktu ngebayangin sepiring bakmi godog dengan rasa umami, berkuah nyemek (Bahasa Jawa: tidak basah dan tidak kering) serta beraroma wangi karena dimasak di atas anglo (tungku).
Dan di Jogja, penjual Bakmi Godog seperti janjian dengan penjual gudeg. Pagi sampai siang hari, penjual gudeg dengan mudah kita temukan di sepanjang jalan dan pengkolan, khususnya di kawasan sekitar Jalan Malioboro.
Kebetulan, letak rumah eyang saya di Jogja mirip kompleks kecil berbentuk segi empat yang dikelilingi jalan sebagai batas dengan komplek lainnya.
Nah, begitu keluar rumah kemudian belok kiri, akan bertemu pedagang gudeg di pagi hari, dan pedagang bakmi godog di malam hari.
Demikian juga apabila belok kanan. Saingan mereka hanya angkringan dan penjual soto ayam. Khas Jogja banget.
Baca juga:
Gak Nyangka! Sukabumi jadi Kantor Pegadaian Pertama di Indonesia
Juwara Satoe, Rekomendasi Bakpia Lezat dari Kota Jogja
Daftar IsiApakah Bakmi Godog termasuk fusion food? Pertanyaan ini muncul karena banyak kuliner Jawa yang unik dan merupakan fusion food, salah satunya: “selat solo”.
- Bakmi Godog, Kuliner Khas Jogja selain Gudeg
- Kontroversi Beda Mie Godog, Mie Nyemek, dan Mie Tek Tek
- Bakmi Godog Viral? Gak Penting Banget!
Seperti diketahui, selat solo merupakan hasil akulturasi kuliner, perpaduan konsep makanan gaya Eropa (khususnya Belanda) dengan cita rasa dan bumbu tradisional Jawa khas Keraton Surakarta.
Fusion food adalah jenis makanan hasil perpaduan bahan, bumbu, atau teknik memasak dari dua atau lebih budaya atau tradisi kuliner yang berbeda. Tujuannya untuk menciptakan menu baru yang unik dengan cita rasa khas, tanpa kehilangan esensi makanan aslinya.
Ternyata bakmi godok bukan fusion food, kuliner ini termasuk hidangan kuliner tradisional nusantara (khususnya Jawa seperti Yogyakarta dan Jawa Tengah).
Lahir dari akulturasi sejarah masa lalu, mie memang berasal dari Tiongkok namun sudah lama melebur dan menjadi bahan makanan lokal rakyat. Kemudian terjadi akulturasi alami, warga memasak mie dengan bumbu rempah lokal dan cara masak Jawa (menggunakan anglo tanah liat), proses yang akhirnya mendarah daging dan menjadi identitas budaya asli setempat
Mirip menu beberapa daerah ya? Seperti Mie Tarempa dari Riau, Mie gomak dari Sumatera Utara, Mie Celor Palembang, Mie Kocok dari Bandung serta masih banyak lagi.
Lho kok cuma orang Jawa yang menggunakan nama “bakmi”?
Sebetulnya KBBI memilah dengan tegas pengertian antara bakmi dan mi, yaitu:
Mi: adalah bentuk baku untuk menyebut bahan makanan dari tepung terigu yang berbentuk seperti tali. Kata ini merujuk pada bentuk dasar atau bahan mentahnya.
Bakmi: Adalah bentuk baku untuk menyebut jenis makanan olahan yang bahan utamanya dari tepung atau mi, yang bentuknya panjang-panjang. Nama “bakmi” sendiri berasal dari bahasa Hokkian, bak artinya daging dan mi artinya mie.
Anehnya hanya orang Jawa yang menggunakan kata “bakmi” sebagai nama masakan ya?
Embuhlah, mungkin orang Jawa merasa nyaman menggunakan kata “bakmi”, sedangkan suku lainnya lebih suka menggunakan nama “mie” untuk masakan berbahan baku tepung terigu yang bentuknya seperti tali ini.
Kontroversi Beda Mie Godog, Mie Nyemek, dan Mie Tek Tek
Saya pingin bahas ini karena ada tulisan yang agak menyesatkan di media mainstream, mungkin ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya, atau mungkin juga bertanya pada penjual yang menjawab “sekenanya”.Kontroversi Nama
Menurut artikel tersebut, nama “godog” berasal dari Bahasa Jawa yang artinya proses memasak mie dengan merebus. Sedangkan “nyemek”berarti berkuah, namun tidak banyak, ada di tengah-tengah antara kering dan berkuah.Dan “tek-tek” menjadi nama julukan bagi pedagang mie godog keliling yang menarik perhatian calon pembeli dengan memukul-mukul wajan mereka.
Dari sini bisa kita lihat bahwa baik Mie Godog , Mie Nyemek, dan Mie Tek Tek sebetulnya merupakan masakan yang sama. Mie godok merujuk pada cara memasak mie, mie nyemek pada jumlah kuah yang dihasilkan, sedangkan mie tek-tek pada cara berjualan.
Bahan Mie
Nah mulai deh penjelasan yang menyesatkankan. Menurut artikel tersebut, mie nyemek menggunakan bahan mie instan goreng yang sudah lengkap dengan bumbu instannya, sementara mie tek-tek dan mie godog biasanya menggunakan mie basah.Mengapa menyesatkan? Karena seperti penjelasan di atas, baik Mie Godog , Mie Nyemek, maupun Mie Tek Tek sebetulnya masakan yang sama. Jadi tergantung selera dan keputusan penjualnya. Jangan heran jika kita menemukan penjual mie tek-tek atau penjual godog menggunakan mie instan sebagai bahan bakunya.
Bumbu dan Rasa
Berhubung sejak awal sudah menyesatkan, penjelasan berikutnya semakin salah kaprah. Artikel tersebut menulis bahwa mie nyemek memakai bumbu instan dari kemasan mie instan yang digunakan, ditambah bumbu sesuai selera penjual, seperti bawang merah dan bawang putih.Lebih lanjut dalam artikel disebutkan bahwa hal ini membuat rasa mie nyemek, berbeda dengan mie godog dan mie tek-tek.
Penjelasan yang lebih tepat, penjual mie (Mie Godog , Mie Nyemek, dan Mie Tek Tek) bisa saja menggunakan mie instan atau mie basah. Karena walau menggunakan mie instan varian yang sama, hasil akhir tetap berbeda.
Kasusnya mirip ketika saya dan seorang teman memasak mie instan varian yang sama. Hasil akhirnya kerap berbeda. Penyebabnya variasi takaran air, durasi rebus, teknik pencampuran bumbu, serta tambahan bahan ekstra. Ditambah “mood” yang entah mengapa kerap membuat rasa masakan jadi beda. 😀😀
Tampilan Masakan
Nah tambah blunder setelah sampai pada penjelasan tampilan masakan. Dalam artikel tersebut tertulis tampilan mie nyemek memiliki sedikit kuah, dengan sayuran sawi dan warna kecoklatan berasal dari bumbu mie intan.Sedangkan tampilan mie tek-tek kecoklatan berasal dari bumbu kecap, bisa berkuah ataupun tidak, dan menggunakan sayuran yang tidak beragam. Sementara mie godog berwarna putih kekuningan dengan sayuran yang lebih beragam seperti kubis, daun seledri, daun bawang, sawi, atau bayam.
Adakah penjual mie godog yang menggunakan bayam? Saya baru tau. Selama mantengin video masak, saya belum pernah melihat ada sayuran bayam dalam olahan mie godog. CMIIW ya?
Nah karena Mie Godog , Mie Nyemek, dan Mie Tek Tek adalah masakan yang sama, maka soal tampilan itu soal selera. Mie tek-tek yang kerap saya temui di Bandung emang selalu memasukkan kecap, tapi pembeli bisa request agar jangan memakai kecap.
Bakmi Godog Viral? Gak Penting Banget!
Sering melihat video short tentang kuliner bakmi godog lezat di media sosial? Dalam captionnya tertulis bahwa calon pembeli sampai antri demi bisa menikmatinya.Saran saya: Jangan FOMO. Kecuali sekadar ingin tahu, kemudian berfoto dan mengunggahnya ke media sosial.
Karena soal rasa itu sangat tergantung selera masing-masing. Terlebih di Jogja banyak banget penjual bakmi godog. Seperti saya tulis di atas, keberadaan mereka, satu sama lain, mungkin hanya berjarak sekitar 200 meter-500 meter. Khususnya di jalan ramai ya?
Nah sebelum mulai memesan, ada baiknya kita mengenal menu mereka, yaitu:
Bakmi Godog
Ini memang masakan utamanya, namun bakmi godog punya banyak varian, diantaranya bihun godog. Jadi pastikan sedang pingin makan mie atau bihun, ya? 😊😊Jangan lupa juga request rasa pedas: Bisa sangat pedas, biasa saja atau malah tidak pedas. Di meja biasanya tersedia acar dan cabai rawit, tapi rasa pedas yang nendang didapat ketika irisan cabai rawit ditambahkan penjual saat sedang memasak bakmi godog.
Nah masakan bakmi godog ada 2 varian, bakmi nyemek atau banyak kuah. Walau penjual umumnya akan bertanya: Mau nyemek atau banyak kuah?
Bagaimana rasanya? Khas akulturasi China dan Jawa. Rasa umami berasal dari kaldu ayam, telur, ebi, kemiri, dan MSG, berpadu pedas merica serta rasa manis yang tidak mendominasi.
Bakmi Goreng
Saya pernah curiga, bakmi godog merupakan hasil kreativitas dari bakmi goreng. Karena sama banget, baik bumbu maupun bahan tambahan seperti sawi, telur dan bawang daun.Pedagang bakmi godog menggunakan bumbu yang sama dengan bakmi goreng, bedanya ada tambahan kecap manis sewaktu memasak bakmi goreng , serta tidak ditambah kuah.
Nasi Godog
Merupakan variasi dari bakmi godog, sepintas tampilannya mirip banget. setelah diperhatikan dengan seksama nampak nasi di sela-sela mie, telur dan sayuran.Nasi Goreng
Kuliner sejuta umat ini bisa dipesan jika pelanggan kurang menyukai masakan bakmi, seperti anak saya. Setiap kulineran bakmi jawa, bisa dipastikan dia akan memesan nasi goreng.Bumbunya? Sama dengan bakmi goreng dan bakmi godog. Gak heran penjual bakmi godog selalu menyertakan masakan nasi goreng dalam daftar menunya.
Nasi Magelangan
Pertama kali membuat nasi goreng campur mie, saya gak menyangka masakan ini masuk daftar menu penjual bakmi goreng/bakmi godog.
Konon sebuah warung Tegal (warteg) di kawasan Magelang, pada tahun 1970-an menyediakan nasi goreng campur mie ini sehingga banyak yang menamakan “nasi magelangan”.
Konon pula masakan nasi goreng campur mie ini diperkenalkan pedagang dari Malang (ada yang bilang dari Bojonegoro), dengan nama “nasi mawut” ada pula yang memberi nama “nasi ruwet”, karena menjual nasi goreng dengan campuran mie didalamnya.
Apa pun namanya, pencetusnya mungkin punya pengalaman yang sama dengan saya, yaitu ketika sedang memasak mie goreng, kemudian melihat ada sisa nasi kemarin, kok sayang jika harus dibuang, jadi ditambahkan ke masakan, dan muncullah nama “nasi ruwet”, atau “nasi mawut” yang lezat rasanya.
Bagaimana? Ternyata dari kisah bakmi godog, kita jadi berkelana jauh, gak hanya ke Jogja tempat yang kondang dengan bakmi godog-nya, juga menyenggol destinasi wisata lain seperti Magelang, Malang dan Bojonegoro.
Punya rencana traveling dan kulineran di Jogja? Gak ada salahnya jalan-jalan dulu ke blog RianaDewie.com, yang banyak share tentang Travel di Jogja, agar bisa menyusun itinerary yang bikin perjalananmu meninggalkan jejak mengesankan.
Baca juga
Ke Waduk Cengklik, Menikmati Indahnya Sunset Sambil Menyantap Soto Seger
Wisata Tipis-tipis Kabupaten Bandung, Tempat Selebriti Ali Syakieb jadi Wakil Bupati


.png)





No comments